Mimbar Rayon
Uibaha. Net.
Mimbar gereja adalah sebuah simbol yang kental dengan peran penting dalam kehidupan keagamaan Kristen. Namun untuk memahami kedalaman makna dan signifikansi mimbar gereja, kita perlu melacak jejak sejarahnya yang panjang. Dari awal perkembangannya hingga peranannya yang terus berkembang dalam konteks kehidupan gerejawi modern saat ini, mimbar gereja telah menjadi lebih dari sekadar tempat berkhotbah; IA TELAH MENJADI TITIK SENTRAL BAGI PESAN-PESAN ROHANI DAN MORAL.
Mimbar gereja bukan hanya merupakan bagian dari arsitektur fisik Gereja, tetapi juga merupakan simbol dari otoritas rohani, tempat pengajaran, dan peyegaran iman. Melalui peran dan evolusinya yang panjang, mimbar telah menjadi pusat kehidupan rohani dalam kehidupan Gereja sampai saat ini. Meskipun telah mengalami variasi dalam desain dan penekanan, pentingnya mimbar sebagai titik fokus untuk pengajaran dan khotbah tetap tak terbantahkan dalam kehidupan Gereja Kristen.
Alister McGrath mencatat bahwa pada abad pertengahan, mimbar biasa dipakai untuk menyampaikan pengajaran-pengajaran umum. Para reformator Kristen Protestan, Martin Luther, Yohanes Calvin, Zwingli menaruh perhatian cukup besar terhadap khotbah-khotbah yang disampaikan dari mimbar gereja karena menyangkut dogma atau pengajaran tentang hakikat iman dan Gereja Kristen.
Sebagai umat Kristen yang ada di lingkup Gereja Masehi Injili di Timor Mata Jemaat Rehobot Haulasi Camplong, mimbar gereja tidak dapat dipisahkan dari Gereja, dalam sidang tahunan jemaat telah di programkan untuk membuat mimbar rayon, hal ini yang mendorong jemaat di setiap rayon untuk membuat mimbar rayon sebagai bentuk komitmen iman, pelayanan dan pusat sentral Kotbah oleh Pendeta, Penatua, Diaken dan Pengajar.
Tujuan dibuatnya mimbar rayon agar jemaat Tuhan lebih antusias dalam mengikuti ibadah rayon, bersekutu, berdoa dan sebagai bentuk tanggung jawab dari setiap kepala keluarga untuk membawah mimbar tersebut kepada keluarga yang lain sesuai jadwal ibadah yang telah ditetapkan oleh Majelis.
Dengan demikian, untuk pemahaman lebih jauh akan sejarah dan makna mimbar gereja harus melalui buku dan artikel agar dapat membantu kita untuk lebih menghargai perannya dalam melayani komunitas iman kita.


Komentar
Posting Komentar