Semua Tentang Kolhua

Semua Tentang Kolhua (Koleng Leb Hua)

Kolhua berada dibagian timur Kota Kupang dengan luas wilayah 2.800 Ha dengan batas wilayah :
- Utara : Kel. Oepura,  Maulafa,  Naimata
- Selatan : Desa Besmarak, Tunfeu,  Oelomin
- Timur : Desa Baumata, Oeltua,  Oeletsala
- Barat : Kelurahan Belo.

Ini cerita tentang Kolhua,  saya bangga lahir dan dibesarkan disini,  bertahun-tahun tinggal dan menepaki jejak waktu,  saya tak pernah kekurangan makanan karena keluarga saya petani, sawah dan kebun menjadi modal bercocok tanam untuk menyambung kehidupan,  sumber air dekat dan melimpah, bahkan pernah di lirik para elite Kota Kupang untuk dijadikan Bendungan.

Sebagian warga Kolhua ada juga yang berprofesi sebagai peternak, bukan pamer tapi ini tentang cinta saya terhadap Kolhua (Kolong Leb Hua = Bukan Supaya Melahirkan), tanah yang dikarunia sumber daya alam yang melimpah oleh Tuhan.
"
Foto : Pemuda Imanuel Kolhua

Di Kolhua terdapat pusat pendidikan PAUD, TK, SD, SLTP dan SMA, untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pentingnya menuntut Ilmu,   pemandangan menarik ketika fajar menyingsing anak-anak petani Kolhua (petani) siap melangkah untuk menuntut ilmu.

Toleransi menjadi modal utama di Kolhua, ada tempat ibadah untuk umat Kristen,  Katolik,  Islam dan Hindu,  semua hidup rukun dan saling menghargai dalam kebinekaan.

Kolhua menjadi salah satu tempat dimana budaya Helong masih dipertahankan, sejak kecil kami dididik untuk berbicara bahasa Helong karna media komunikasi adalah bahasa Helong, bertenun juga menjadi salah satu ciri khas yang masih terjaga,  setiap nona Helong harus bisa menenun, itu adalah salah satu syarat untuk menikah.

Salah satu yang menarik dari Kolhua ialah jika ada acara pernikahan,  kedukaan atau hari raya reformasi (bulan keluarga  GMIT) di gereja semua wajib memakai tenunan Helong dan saling membantu untuk mensukseskan acara tersebut,  sirih pinang menjadi suguhan pertama sebagai bentuk penerimaan dalam kebersamaan tersebut.

                      Foto :Bulan Keluarga

Anak Kolhua,  itu sebutan yang sering diucap oleh orang Kota,  menarik untuk ditelusuri tentang Kolhua mengenai kaum remaja atau pemuda yang punya sifat mandiri, jika ingin sekolah atau kulia, membeli seragam, membayar uang SPP atau Segis mereka bekerja seperti bertani (siram sayur), jualan pisang atau sayur di perum BTN atau pasar Inpres,  cari makanan babi, buang sampah (untuk kalangan Elit),  semangat mereka sangat luar biasa.

Namun janji Tuhan itu Ya dan Amin,  KOLHUA, Kolong Le Hua, (buka supaya melahirkan) telah melahirkan banyak lulus terbaik dari seluruh Universitas di Indonesia, dan ada juga Aparatur Negara,  TNI, POLRI,  Pengacara, SAR,  Hakim,  Penitera, Pegawai Bank,  Dosen,  Guru,  Putri Parawisita,  Bidan,  Perawat dan Senias Muda Nokas (AM) yang telah mengharumkan nama Kolhua.

AYO terus bangkit dan berkarya untuk Kolhua sehingga menginspirasi banyak orang.

Salam dari Jakarta
Rally Mukty Bistolen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pusat Penelitian Budaya Helong

Alam dan Suku Helong Kolhua

Arti Sebuah Nama